JOJOR
ULAON
MANGAIN ANAK
:
1. Pasahathon
tudu-tudu sipanganon Paranak
Dihamu
hula-hula/tulang nami Raja Marga
Siagian, rodo hami parboruonmuna Marga Simamora dohot Anak nalaho angkaton/paraon nami raphon
natorasna. On pe raja nami dison hupasahat hami tudu-tudu sipanganon ima songon
somba ni uhum dohot adat nami tu hamu hula-hula nami. Tung songonipe naboi
tarpatupahami ditingkion, las ma rohamuna manjalaon. Botima.
2. Pasahathon
dengke Hula-hula
Ø
Pa : dihamu Raja parboruon nami Simamora, tangkas songon naung dipabotohon hamu
ditingki pasahat tudu-tudu sipanganon, tangkas dihatahon hamu bahwa ulaonta
sadarion namarlapatan mangain/mangangkat/paaempehon marga tu anamu naung sorang magodang
ima berenami.
Ø
Pb
: Horas jala gabe raja ni pamoruon nami.
Prosesi
Mangain Anak :
Pa : Sebelum
kita laksanakan prosesi mengangkat anak dan buat marganya, pertama sekali perlu
kami tanyakan kepada anak kami YOSEP AWIS K,
apakah dengan hati yang ikhlas tanpa ada paksaan dari orang lain, bahwasanya
mau diangkat menjadi anak dari Bp.
Jaga Intan Simamora dan Ibu Murni Br. Siagian dan
dibuat pamnya/marganya Siahaan ? Jawab dengan ikhlas dan senang hati tanpa ada paksaan
dari pihak lain.
Yang
kedua perlu juga kami tanyakan kepada orang tua YOSEP
AWIS K, yaitu bapak Asran dan Ibu Rabusik Juli Sistiana, apakah ibu bersedia bahwa putra/anaknya kami angkat jadi anak kami dan dibuat
pamnya/marganya Simamora ? Kami bersedia dan senang hati.
Pa : Bapa/Ibu hadirin semuanya yang
hadir di acara ini terlebih
istimewa Hula-hula kami /Tulang dari boru
kami Siagian, bahwa tadi kita sudah sama-sama mendengar
sikap dan pernyataan anak putra
kami YOSEP AWIS K dan
kedua orang
tuanya, bahwasanya mereka pada prinsipnya mereka setuju, anak putranya diangkat dan diberi marga/pam Simamora
Pa : Ipe dihamu hasuhuton bolon di Inang br Siagian, jangkon hamu si YOSEP AWIS K
on
jadi borum, jala mulai sadarion tamba ma bilangan ni anak di hamu tamba ni naung adong, nunga maranak marboru jala anak siampudan (sipaidua) bahenonmu
manang anak sipaitolu ma bahenonmu muna si YOSEP
AWIS K. Simamora,Nuang
hupasahat ma panghataion pangainon tu hamu. Botima.
Hasuhuton Paranak :
a.
Disediahon
indahan sapiring jala diginjangna na dekke, air putih, cuci tangan
b. Disiaphon boras pir
c. Disiaphon ulos parompa
Mulai
sekarang anakku YOSEP AWIS K resmi kami angkat menjadi anak kami yang
nomor tiga dan sekarang
mempunyai dua saudara, yang pertama kakakmu/saudaramu perempuan Mikha Queen K.
Br. Simamora dan saudara keduamu
adalah laki-laki / abangmu bernama Papel Ray Yoga Simamora. Jadi mulai sekarang kalau di adat batak nama
panggilanmu
: YOSEP AWIS K. Simamora, kami tidak mengurangi nama baptisan melainkan
hanya menambah pam/marganya Simamora dan
digunakan di lingkungan adat batak.
1) Ibu : Diselimuti dgn ulos parompa dan dipeluk, kemudian
Disuap makan dengan 3 kali suap,
2) diberi minum air putih, dan
3) Bapak : menyuapi anak 3x juga dan diberi minum
4) diberi boras pir diatas kepala.
5) Harapan bapak/ibu sebagai orang tua kedua :
Kami
sebagai orangtua angkat kamu mengharapkan hubungan batin yang kita bina mulai
hari ini tetap berlanjut, dan kamu tetap mengangap kami sebagai orang tuamu
yang kedua. Kalau di rumah bapa/ibu di rumah ini kamu mempunyai saudara dua saudara. Kalu kamu ketemu dengan orang batak, kamu
sudah berhak memakai marga Simamora.
Begitu juga pada Bapak Asran dan Ibu Rabusik Juli Sistiana sebagai orang tua kandung dari
anak kita ini,
mulai sekarang anak kita ini memiliki dua orangtua, marilah kita kedepan memepererat
hubungan kekeluargaan.
Harapan Keluarga
Dekat :
Ny M. Simamora br Manullang ( Oppung )
H. Siahaan / Br. Simamora (Op. Marchel) sebagai Lae.
Pa : Dihamu
hula-hula nami songon Tulang ni boru nani rajai raja Siagian , atik dia adong sipasahaton muna tu beremuna ima songon anak
nami na lahir magodang, dilehon
hami ma partingkian tu hamu. Botima.
Hula-hula
Siagian : ……………………………..
Untuk bere kami YOSEP AWIS K. Simamora, sekarang saya
panggil bere dulu, walapun nanti kelak pada waktunya kau jadi menantu saya
karea mau mempersunting Putriku Enie Br.
Siagian, dalam tradisi adat batak kalau lahir anak dari saudara perempuan saya,
Tulangnya (saudara laki-laki dari ibumu) juga ikut bersukacita. Perlu kamu
ketahui Posisi Tulang cukup berarti pada kehidupan budaya batak, artinya Tulang
itu perantaraan meminta berkat kepada Tuhan. Bagi Orang batak, Tulang
memberikan 3 macam ulos sama berenya, pertama waktu lahir, kedua waktu menikah
serta ketiga waktu meninggal dunia. Untuk menunjukkan rasa sukacita itu, kami
akan menyampaikan dan menyelimutimu dengan sebuah ulos yang artinya kami
Tulangmu mendoakan kepda Tuhan kita agar kau menjadi anak yang baik dan takut
akan Tuhan. Dan perlu kami tandaskan bahwa kami tidak menghilangkan keberadaan
orang tua kandung kamu, nantinya orang tuamu dan dan orang tua yang mengangkat
kamu jadi Simamora akan bersaudara, begitu juga dengan anak-anak kedua bela
pihak.
·
Diuloshon
Tulangna ma berena, jala didok hatana sebagai hubungan batin
·
Dijomput boras
pir jala dibahen tu simanjujung na, jala didok hatana sebagai hubungan batin
Pa : Dihita namardongan
tubu, boru, bere/ibebere, dongan sahuta nami jala tarlumobi mai di hamu hula-hula nami Siagian, ala naung resmi mangankat/paampehon marga
di anak hasuhuton, niina ro nami asa tapasahat ma
hata si gabe-gabe parhorason tu hasuhuton bolon. Ninna rohanami jumolo ma sian
bere/ibebere Simamora, dilanjuthon tu
boru Simamora, tu hita
namardongan tubu Simamora, raja
dongan sahuta jala
terakhir hupasahat hami ma tu hula-hula nami Siagian.
Manghatai sigabe-gabe parhorason……………..songon
urutan naung dihatahon
Pa :
Mangampu hasuhuton laos dipadalan parsituak natonnggi/sipalas roha.
Panutup : Tangiang sian
hula-hula Siagian.
Acara
Selesai....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar